PESAN JURNAL KLIK SINI
....................................................................................................................................

Sunday, June 21, 2015

MODEL STRUKTUR BANGUNAN RUMAH SEDERHANA DI DAERAH RAWAN LONGSOR – GUNUNGPATI SEMARANG


Setiap musim penghujan, warga di beberapa lokasi pemukiman rawan longsor Kecamatan Gunungpati Semarang selalu khawatir akan kondisi rumah dan jalan kampung mereka yang selalu bergeser akibat gerakan massa tanah pada lereng. Pergerakan tanah dan pondasi rumah yang tidak diikuti dengan pergerakan struktur bangunan rumah diatasnya, sudah sangat sering mengakibatkan terjadinya kerusakan pada rumah warga. Untuk itu perlu adanya solusi teknis untuk meringankan beban warga. Solusi teknis yang akan dilakukan berupa penelitian terhadap sistem struktur bangunan rumah sederhana yang sesuai dengan kondisi lingkungan yang rawan longsor. Pada prinsipnya, konsep membuat struktur bangunan rumah yang aman terhadap pergerakan tanah adalah dengan mengupayakan dan membuat seluruh elemen-elemen rumah yaitu pondasi dan sloof, rangka bangunan (balok dan kolom), serta konstruksi atap rumah, menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak lepas pada saat terjadi gerakan tanah (rigid body movement). Penerapan dari konsep ini antara lain adalah dengan cara membuat sambungan yang cukup kuat dan kaku diantara berbagai elemen rumah tersebut, serta pemilihan material dan pelaksanaan yang tepat. Bangunan rumah dirancang dengan menggunakan prinsip non-engineered construction dan menggunakan material-material yang murah serta mudah didapatkan, sehingga pembangunannya dapat dilakukan sendiri oleh warga setempat tanpa melibatkan tenaga ahli. Dengan adanya kajian ini diharapkan dapat dibuat rancangan model struktur untuk bangunan rumah sederhana yang akan dibangun di daerah rawan longsor.

Kata Kunci : struktur, rumah sederhana, longsor
 
Penulis : Himawan Indarto, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (Undip)
Hanggoro Tri Cahyo A., Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (Unnes)
 

PERKEMBANGAN SPASIAL PERMUKIMAN DI KAWASAN TUMBUH CEPAT STUDI KASUS DESA UMBULMARTANI, KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN


Desa Umbulmartani, Jalan kaliurang KM 14, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman sebagai salah satu kawasan tumbuh cepat di Kabupaten Sleman yang secara spasial mengalami pertumbuhan. Kepadatan bangunannya semakin tinggi dari waktu ke waktu, dilai pihak ada tuntutan agar kawasan ini masih menyisakan laha guna penangkapan air hujan demi kelestarian ligkungan. Selain itu juga muncul adanya fenomena pergeseran aktivitas atau kegiatan masyarakat pada kawasan ini dari bidang pertanian ke bidang non pertanian. Penelitian ini meggunakan pendekatan penelitian Rasioalistik Kualitatif, dengan menggunakan landasan teori yag digunakan untuk mengarahkan penelitian. Metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian historis. Teori yag disampaikan Rapoport(1969) mengenai faktor yang menentukan perwujudan arsitektur permukiman menjadi teori utama dalam penelitian ini. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seperti apa kecederungan perkembangan spasial permukiman di kawasan tumbuh cepat dengan studi kasus Desa Umbulmartani, Jalan kaliurang KM 14, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Kata Kunci : Perkembangan, Spasial Permukiman, Kawasan Tumbuh Cepat

Penulis : Jarwa Prasetya Sih Handoko, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia (UII)

PERGESERAN PERAN DAN FUNGSI ALUN-ALUN KALIWUNGU SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK


Keberadaan alun-alun Kaliwungu sangat jauh dari karakteristik sebuah alun-alun tersebut. Tidak hanya bentuknya, tapi fungsi alun-alun juga sudah bergeser jauh. Walaupun pada pagi hari masih nampak keberadaannya, namun coba kita lihat pada sore hingga malam hari, alun-alun Kaliwungu berubah total menjadi pasar sore kaliwungu. Fungsi alun-alun sebagai ruang terbuka publik telah terdominasi sebagai fungsi ekonomi. Dari waktu ke waktu peran alun-alun mengalami banyak perubahan sejak zaman pra kolonial, kolonial, pasca kolonial dan masa saat ini. Perubahan peran dan fungsi alun-alun Kaliwungu sebagai ruang terbuka publik yang paling mendasar terjadi saat dikeluarkan kebijakan mengenai pengalihan fungsi pasar disekitar alun-alun menjadi tempat parkir masjid. Hal tersebut menunjukan bahwa alun-alun sebagai pusat kota memiliki letak strategis yang tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan ekonomis.

Kata kunci : Pergeseran, peran, fungsi, alun-alun, ruang terbuka publik

Penulis: Lulut Indrianingrum, Anis Nur Azizah, Gilang Eko Prasetyo, Nurul Hidayah Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES)

TINJAUAN HOSPITALITY DESIGN PADA PUBLIC OPEN SPACE DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus Taman Madukoro)


Ruang terbuka publik merupakan bagian dari kota yang berupa ruang luar digunakan untuk kegiatan penduduk kota sehari-hari. Taman kota merupakan salah satu ruang terbuka publik yang ada pada suatu kota. Pada tahun 2014, pemerintah Kota Semarang kembali memfungsikan taman madukoro dengan melakukan perawatan pada pohon dan tanaman yang ada disana. Dan layaknya sebuah taman kota yang dapat memenuhi perannya sebagai ruang terbuka publik, maka perlu juga diperhatikan tingkat kelayakan dan keramahan disainnya bagi para pengguna atau istilahnya adalah hospitality design. Hospitality design merupakan desain dengan prinsip-prinsip kelayakan dan kenyamanan sehingga dapat menciptakan desain yang ramah terhadap penggunanya. Kelayakan dan kenyamanan sangat diperlukan dalam sebuah fasilitas publik. Penelitian ini termasuk jenis studi kasus, maka langkah yang ditempuh adalah mengumpulkan informasi dan data pada setiap keadaan dan aktifitas yang terjadi di Taman Madukoro tersebut. Fokus kasus pada penelitian ini untuk mengetahui kondisi fisik lingkungan di Taman Madukoro. Dari hasil observasi yang dilakukan di lapangan, ditemukan bahwa kondisi fisik lingkungan Taman Madukoro secara umum dalam keadaan baik, Namun berdasarkan hasil analisa, masih terdapat beberapa kekurangan baik dalam desain, kesesuaian dengan standar maupun fasilitas penunjang yang belum ada.

Kata kunci : ruang terbuka publik, hospitality design, taman kota, Taman Madukoro

Penulis: Moch Fathoni Setiawan dan Andi Purnomo Prodi Teknik Arsitektur, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES)

ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG TERHADAP HASIL UJI CALENDERING (Studi Kasus Review Design Pada Overpass Lemah Ireng Sta 20+212 Proyek Jalan Tol Semarang - Bawen Paket V)


Potensi adanya review design menjadi sebuah keniscayaan dalam proyek konstruksi dan prinsip efisiensi menjadi salah satu pertimbangan dalam melakukan review design pada sebuah konstruksi dengan tetap mengutamakan faktor teknis berupa keamanan struktur bangunan. Review design bisa dilakukan untuk beberapa konstruksi yang tidak dapat dilaksanakan di lapangan karena menjumpai beberapa kendala atau struktur bisa dilaksanakan tetapi karena pertimbangan ekonomis maka perlu diadakan perubahan. Seperti yang terjadi di overpass Lemah Ireng Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Bawen Paket V. Adanya kelebihan tiang pancang di overpass lain (L = 8 m), memunculkan pemikiran untuk dapat digunakan di abutment 2 overpass (OP) Lemah Ireng, dimana sesuai design awal, kebutuhan tiang pancang di OP Lemah Ireng adalah sejumlah 8 buah, diameter (D) 50 cm, panjang 9 meter. Hasil analisispondasi tiang pancang di abutment 2 Over Pass (OP) Lemah Ireng menghasilkan kebutuhan tiang pancang menjadi 10 (sepuluh) tiang pancang diameter D = 50 cm panjang L = 8 meter. Analisis review design ini dilakukan dengan menghitung kapasitas kelompok tiang design awal yang didapat sebesar 8694,468 Kn, kemudian membaginya dengan kapasitas 1 tiang hasil review design (L = 8 m) sesuai dengan nilai SPT pada kedalaman 8 (delapan) meter tersebut. Dari analisis kapasitas daya dukung tiang pancang hasil kalendering didapat kapasitas 1 tiang (Pcal) = 1527.941kN, sementara analisis kapasitas daya dukung 1 tiang pancang hasil review design ditentukan oleh kekuatan tanahnya, yaitu sebesar Pijin_rd = 1214.74916 kN. Dengan demikian kapsitas daya dukung tiang pancang hasil review design secara teknis dinyatakan aman.

Kata Kunci : Over Pass, Tiang Pancang, Review Design, Kapasitas, Proyek

Penulis: Takdir Rochjati Saptorini, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Undaris Ungaran 
 

PENGARUH BANGKITAN PERJALANAN PEMUKIMAN BARU TERHADAP JARINGAN JALAN AKSES (Studi Kasus Perumahan Bukit Semarang Baru, Mijen Kota Semarang)


Perumahan Bukit Semarang Baru Mijen merupakan salah satu perumahan di pinggiran Kota Semarang yang sebagian besar penduduknya bekerja di Kota Semarang, sehingga terjadi bangkitan perjalanan yang membebani jalur-jalur jalan menuju ke pusat Kota Semarang. Oleh Karena itu penting adanya usaha perencanaan transportasi yang dilakukan sedini mungkin, dalam hal ini diarahkan pada karakteristik bangkitan dan pola perjalanan penduduk di perumahan Bukit Semarang Baru Mijen. Dari analisis regresi diketahui bahwa variabel yang pengaruhnya signifikan terhadap jumlah perjalanan adalah jumlah kepala keluarga, jumlah anggota keluarga yang berkerja dan pendapatan keluarga. Sedangkan anggota keluarga yang berusaia lebih dari 7 tahun, anggota keluarga yang sekolah, kepemilikan sepeda motor dan mobil pengaruhnya kurang signifikan terhadap jumlah perjalanan yang terjadi. Dari analisis Klasifikasi silang dengan memperhatikan pada nilai chi-square dan nilai contingency coefficientterlihat ada hubungan yang kuat bahwa pemilihan moda dari penduduk perumahan Bukit Semarang Baru untuk melakukan perjalanan dipengaruhi oleh kepemilikan kendaraan, lokasi tujuan perjalanan dan tingkat pendapatan. Pendududk Bukit Semarang Baru yang menggunakan angkutan umum untuk menuju tempat aktifitasnya sehari-hari relatif sedikit (8,22% yang menggunakan mobil umum penumpang dan 11,42% menggunakan bis). Secara umum, 57,08% penduduk Bukit Semarang Baru lebih memilih menggunakan sepeda motor. Angkutan umum lebih penting peranannya bagi orang yang berbelanja (27,6% menggunakan MUP dan 23,9% manggunakan bis).

Kata Kunci : Bangkitan Perjalanan, Pemilihan Moda

Penulis: Agung Sutarto Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES)

preview/download

UJI KOMPARASI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DAN KAKU METODE AASHTO 1993 (STUDI KASUS PROYEK KBK PENINGKATAN JALAN NASIONAL BANYUMANIK – BAWEN)


Tujauan proyek KBK Peningkatan Jalan Banyumanik – Bawen selain meningkatkan kapasitas jalan, juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan berupa rigid pavement guna mengatasi kerusakan jalan, terutama di daerah tanjakan/turunan dan di sekitar traffic light.. Hal ini disebabkan karena perkerasan jalan di daerah tanjakan/turunan maupun traffic light selalu mengalami kerusakan berupa ruts (alur). Penelitian ini menganalisis tebal rigid pavement yang dilaksanakan proyek KBK ini serta membandingkannya dengan jika yang digunakan adalah tebal perkerasan lentur (aspal). Dalam hal kebutuhan biaya dan umur rencana perkerasan jalan, hasil penelitian ini barangkali akan bermanfaat untuk kajian pada penelitian-penelitian berikutnya, mengingat dari beberapa kajian didapat bahwa untuk panjang jalan yang sama, biaya konstruksi perkerasan kaku lebih mahal dari perkerasan lentur,akan tetapi umur rencana perkerasan kaku lebih panjang daripada perkerasan lentur. Tebal rigid pavement yang dilaksanakan di proyek ini adalah 27 cm, sementara dari hasil analisis, dengan menggunakan beton K-350 dan umur rencana 20 tahun didapat tebal rigid pavement sebesar 29 cm dan jika menggunakan perkerasan lentur dengan umur rencana 10 tahun didapat ketebalan total 47.5 cm yang terdiri dari : (a). Lapis permukaan (AC) 4 cm, (b). Lapis Pondasi Atas 12 cm, dan (c). Lapis Pondasi Bawah 31.5 cm.

Kata Kunci : kerusakan, jalan, tebal, rigid pavement

Penulis: Totok Apriyatno Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Undaris Ungaran. Jl. Tentara Pelajar No.13 Ungaran

preview/download